Greenpeace Ingin Pemerintah Cabut Izin HTI

Rimanews – Greenpeace Sea Indonesia menyatakan, pemerintah harus segera mencabut izin hutan tanaman industri (HTI) di lahan gambut. Hal itu perlu untuk mencegah kebakaran hutan dan kabut asap selama musim kemarau. “Setiap musim kemarau selalu terjadi kebakaran lahan gambut di kawasan HTI dan perkebunan sawit skala besar. Menimbulkan kabut asap tebal yang mengganggu aktivitas dan kesehatan masyarakat,” kata Kepala Greenpeace Sea Indonesia, Longgena Ginting di Jakarta, Sabtu (4/10). Baca Juga 3 Tewas dalam Kebakaran Hutan di Tennessee Polisi Israel Tangkap 13 Orang Terkait Kebakaran Hutan Hutan Israel Terbakar, 80 Ribu Warga Diminta Mengungsi Israel Terbakar Jadi Trending Topic di Timur Tengah Kebakaran Hutan di Israel Paksa Ribuan Orang Mengungsi Longgena menjelaskan, selama musim kemarau, pemilik HTI dan perkebunan sawit membuka lahan perkebunan baru dengan membakar lahan-lahan gambut tersebut, sehingga pemerintah mengucurkan anggaran ratusan miliar untuk mematikan api di lahan tersebut. “Setiap tahun kebakaran hutan di lahan gambut selalu terjadi, karena belum ada tindakan dan ketegasan pemerintah untuk mencabut izin usaha perkebunan bagi perusahaan-perusahaan perkebunan yang melanggar,” ujarnya. Ia mengatakan, selama ini, penindakan hanya dilakukan kepada petani, buruh di perusahaan tersebut, sementara pemilik perkebunan tersebut belum tersentuh hukum. “Jika pemerintah serius menanggani kebakaran hutan dan lahan gambut ini, pemerintah harus mencabut dan tidak lagi mengeluar izin kepada perusahaan perkebunan ini dan pemerintah harus menindak tegas kepada kepada perusahaan perkebunan yang melangar,” ujarnya.[] Sponsored Telah Launching Rimanews Android Apps KATA KUNCI : greenpeace indonesia , izin hutan tanaman industri , Kebakaran Hutan , hukum , Nasional

Sumber: RimaNews