Terduga pelaku bom Boston diduga berasal dari Chechnya

Image caption Dzokhar Tsarnaev, kiri, dan kakaknya Tamerlan dalam foto yang dirilis FBI Polisi di Amerika Serikat melakukan operasi pencarian besar-besaran terhadap seorang remaja yang menjadi terduga serangan bom pada Maraton Boston. Target operasi itu diidentifikasi sebagai Dzokhar Tsarnaev, 19, dan diyakini berasal dari Chechnya. Sejumlah laporan menyebutkan bahwa Dzokhar dan kakak lelakinya, Tamerlan, telah menetap di AS sejak 10 tahun lalu. Keduanya terlibat baku tembak dengan polisi di kampus Massachusetts Institute of Technology (MIT) pada Jumat (19/04) dini hari. Diam di rumah dan kunci semua pintu Gubernur Massachusetts Deval Patrick Sebelumnya Biro Penyidik Federal FBI merilis foto-foto dua pria yang diduga kuat sebagai pelaku pengeboman di Boston. Polisi mengatakan “tersangka nomor satu” tewas di Massachusetts Jumat dini hari, sedangkan “tersangka nomor dua” yang mengenakan topi putih dan melarikan diri. Belakangan disebutkan ia bernama Dzokhar Tsarnaev. Tamerlan terkena tembakan peluru polisi dan meninggal di rumah sakit. Sedangkan adiknya berhasil melarikan diri. Polisi memperingatkan bahwa Tsarnaev “bersenjata dan berbahaya”. Masyarakat di Boston dan kawasan-kawasan permukiman di sekitarnya diminta untuk tidak meninggalkan rumah. Gubernur Massachusetts Deval Patrick meminta warga agar “diam di rumah dan kunci semua pintu.” Berbagi berita ini Tentang berbagi Email Facebook Messenger Messenger Twitter LinkedIn WhatsApp Line div class=”share__back-to-top ghost-column””> Kembali ke atas Berita terkait Terduga pelaku bom Boston terekam CCTV 18 April 2013 Polisi buru pelaku penembakan di Boston 19 April 2013 FBI: tidak ada ancaman bom susulan di Boston 16 April 2013 Foto tersangka pengebom Boston 19 April 2013 Obama hadiri upacara lintas agama untuk korban bom Boston 18 April 2013 Penyelidikan atas ledakan di Maraton Boston 16 April 2013 FBI: tidak ada ancaman bom susulan di Boston 16 April 2013 FBI: Ledakan Boston tindakan teror 16 April 2013 Berita Dunia lain

Sumber: BBC Indonesia