Antidot Keperkasaan Milan itu Bernama Domenico Berardi

Bagi Milan, karakter permainan tersebut bakal selalu mengingatkan mereka akan Sassuolo, tim yang berulangkali merepotkan Il Diavolo dengan Domenico Berardi sebagai momok utamanya.
Di pekan ke-26, bentrok kedua tim mungkin tidak akan disertai narasi adu sikut untuk Eropa sebagaimana yang dilakukan kedua tim di akhir musim lalu dan awal musim ini, tapi mereka akan tetap tampil mati-matian demi ambisi masing-masing. Sassuolo kini tak lagi menyandang status sebagai kuda hitam yang mengusung misi tampil di kompetisi Benua Biru, tapi sedang dalam fase menata ulang tim pasca mengalami rangkaian hasil buruk sebelum pergantian tahun. Sedangkan di sisi lain, Vincenzo Montella masih kesulitan untuk membawa Milan kembali pada laju maksimal seperti yang mereka tampilkan pada paruh pertama musim ini.

Bagi Sassuolo, kembalinya Berardi dari cedera adalah berkah tersendiri yang membawa sensasi seperti kedatangan rekrutan anyar pada bursa transfer musim dingin. Sejak pemuda 22 tahun itu kembali merumput, Sassuolo hanya kalah sebanyak 2 kali dari 6 laga, sekaligus membawa tim asuhan Eusebio Di Francesco itu kembali memiliki kepercayaan diri untuk menghadapi sisa musim ini. Neroverdi telah berhasil lolos dari posisi tidak aman yang mengancam mereka terjatuh ke zona degradasi, dan kini tengah bertarung untuk mengamankan posisi mereka di papan tengah.
Meski sama-sama mengantongi 4 kemenangan dari total 8 pertemuan, tuan rumah akan sedikit diuntungkan dengan kondisi badai cedera yang dialami oleh AC Milan. Pasalnya, Rossoneri masih harus kehilangan beberapa pemain kunci seperti Alessio Romagnoli, Mattia De Sciglio, Luca Antonelli, dan tentu saja pemain terbaik mereka di paruh musim pertama, Giacomo Bonaventura. Sementara Sassuolo, justru kembali diperkuat oleh beberapa penggawa penting mereka seperti Pol Lirola, Davide Biondini, dan Francesco Magnanelli yang sempat mengalami cedera parah awal musim ini.
Di luar lapangan, Milan juga memiliki sedikit tekanan terkait buruknya performa yang mereka sajikan di beberapa pekan terakhir. Beberapa media Italia bahkan melaporkan bahwa Silvio Berlusconi dan Montella sempat terlibat adu argumen yang cukup sengit terkait penampilan tim belakangan ini. Kejadian ini berlangsung sebelum lengsernya Berlusconi dari kursi kepresidenan klub, yang dalam waktu dekat kabarnya akan segera ditempati oleh perwakilan dari investor Tiongkok. Milan memang masih menjaga jarak untuk perebutan zona Eropa setelah menaklukan Fiorentina dengan skor tipis 2-1, tapi mereka tidak boleh terjungkal di markas Sassuolo andai tidak ingin merelakan 2 spot tersisa di Eropa jatuh ke tangan Atalanta, Lazio, atau rival sekota mereka, Inter Milan yang mampu mencatatkan performa memuaskan sejak ditangani Pioli.
Namun satu yang pasti, laga ini pasti menjanjikan kualitas menghibur. Dari total 8 pertemuan, kedua tim tidak pernah mencatatkan hasil imbang, dengan masing-masing mengoleksi 4 kemenangan. Hanya saja, tuan rumah sedikit berada di atas angin karena Milan selalu keok ketika melawat ke Mapei Stadium sejak 2014. Bahkan di pertemuan pertama musim ini, Milan harus susah payah menaklukan perlawanan Sassuolo di San Siro pada laga epik yang berakhir dengan skor 4-3.
Andai ada sosok yang diprediksi bakal mencuri perhatian di Mapei Stadium nanti, sudah pasti Domenico Berardi muncul sebagai kandidat utama. Milan jelas tidak asing dengan performa pemain kelahiran Cariati ini. Pasalnya dari tujuh pertemuan yang dilakoni Berardi, ia berhasil menceploskan total 8 gol ke gawang Rossoneri. Anda tentu masih belum lupa dengan lesakan 4 gol yang kemudian membuat Milan memecat Allegri pada awal 2014 silam, dan hat-trick sempurna yang ia catatkan di hadapan pendukungnya sendiri pada 2015 lalu.
Absen bermain sejak Agustus, Berardi baru bisa tampil 5 bulan kemudian, tepatnya sebagai pemain pengganti saat Sassuolo bermain imbang tanpa gol melawan Torino. Sepekan kemudian, Berardi dipasang sebagai starter dan langsung menjadi aktor kemenangan timnya saat melumat Palermo dengan skor 4-1, sekaligus mencetak 2 assists untuk rekan-rekannya. Sejak kembali berlaga, Berardi memang belum mencetak gol sama sekali, tapi sudah mencetak 3 assists dari total 6 penampilan sebagai starter. Dan tidak ada momentum yang lebih tepat untuk kembali mencetak gol, selain menjebol gawang tim favorit yang selalu bisa memancing dirinya untuk tampil mengeluarkan kemampuan terbaik. Donnarumma pantas menaruh kewaspadaan khusus akan pergerakan Berardi, apalagi ia tidak mendapat dukungan dari komposisi pertahanan terbaik Milan karena dikacaukan oleh badai cedera.
Apalagi dengan fakta bahwa 22% arus serangan Milan ketika memainkan laga tandang selalu berasal dari sisi kiri pertahanan, dan mereka tidak punya opsi selain memainkan rekrutan anyar, Vangioni, untuk meredam agresivitas Berardi dari sisi tersebut. Apalagi Berardi memiliki rataan tembakan ke gawang terbanyak (1,9) kedua untuk Sassuolo, sekaligus memiliki visi bermain dan kebiasaan mengkreasi peluang lewat sodoran bola-bola terobosan. Andai Vangioni dan Kucka bisa mengatasi penetrasi tuan rumah yang besar kemungkinan akan terfokus pada sisi sayap kanan yang ditempati Berardi, maka Milan jelas akan mereduksi probabilitas jala gawang Donnaruma bakal dijebol oleh Sassusolo.
Mampukah Domenico Berardi mengulang pencapaian apiknya yang selalu terukir kala menghadapi AC Milan? Atau di lain sisi, justru Rossoneri yang mampu memecahkan kesakralan Mapei Stadium untuk kali pertama sejak 2014? Jangan lewatkan laga seru giornata 26 antara Sassuolo melawan AC Milan, eksklusif hanya di Supersoccer TV.

spiritquestdojo.org Agen Judi SBOBET EURO 2016, info Taruhan Bola, sbobet casino,Taruhan Bola ,Casino, baccarat atau sicbo Online Terpercaya. Sumber: Supersoccer.co ID