Filosofi Barcelona Lebih Jelas, Real Madrid Bisa Dibantai 4-0 Lagi

Demikian yang disampaikan oleh Ramon Calderon, mantan presiden Los Blancos. Menurutnya, Barca mampu mempertahankan filosofi mereka bahkan sejak era Johan Cruyff. Sementara, Real Madrid era Florentino Perez yang cuma memikirkan gelar, bukan filosofi sepakbola, selalu tertinggal dari rival abadi mereka.
Ramon Calderon kembali mengeluarkan pernyataan yang memerahkan telinga Florentino Perez. Menurutnya, Real Madrid era Perez tidak memiliki konsep yang pasti. Pergantian pelatih yang dilakukan oleh Perez setiap kali Los Blancos gagal, bukannya memberi kebaikan, tetapi justru menciptakan destabilisasi.
Calderon menyebut untuk Omnisport, Kami (di Madrid) berganti dari satu pelatih ke pelatih lain tanpa kriteria yang pasti, tanpa rencana apa pun. Kami harus mengakui, Barcelona lebih baik dalam sekian tahun terakhir.
Barcelona, sejak era Johan Cruyff pada 1980-an, sudah mematenkan sebuah gaya, cara bermain, dan semua elemen di klub tersebut memahami hal ini. Semua petinggi menghormati gaya tersebut, entah menghadapi tahun yang baik atau buruk. Toh, mereka memiliki rencana dan ide yang terus dikembangkan dari ide pokok.
Tapi di sini, di Real Madrid, hal tersebut tidak terjadi. Presiden (Florentino Perez) berlatar belakang seorang insinyur. Jika kami tidak mengubah pola pikir ini (mengutamakan gaya dan cara bermain), maka kita akan melihat yang lebih dari sekadar kalah 4-0 dari Barcelona.
Ramon Calderon menunjuk bukti tidak konsistennya Real Madrid era Florentino Perez, pada pergantian pelatih yang terlalu sering. Bahkan beberapa di antaranya memiliki ide yang bertolak belakang. Misalnya, Manuel Pellegrini yang memiliki konsep menyerang, diganti Jose Mourinho yang defensif. Begitu pula ketika Carlo Ancelotti digantikan Rafael Benitez.
10 pelatih sudah menangani Real Madrid dalam 10 tahun terakhir bersama presiden ini (Perez). Ini hal yang mustahil terjadi di klub besar lain.

spiritquestdojo.org wap sbobet Sumber: Sidomi