Celoteh Lapangan: Istilah Tarkam Dalam Futsal

Celoteh lapangan adalah rubrik yang membahas khusus tentang istilah, kata-kata baku ataupun tidak baku yang biasa dikatakan anak-anak futsal di dalam maupun di luar lapangan. “Tarkam” Tarkam merupakan kependekan dari Antar-Kampung. Seperti namanya, pada awalnya Tarkam merujuk kepada turnamen atau kompetisi sepakbola yang diadakan di kampung atau desa, bisa melibatkan satu atau lebih dari dua kampung. Namun makna ini meluas menjadi sebuah turnamen atu kompetisi yang diadakan di tempat-tempat tertentu seperti stadion dengan jangka waktu pendek dan sebagian besar bukanlah kompetisi resmi. Biasanya, beberapa syarat sebuah turnamen atau agenda futsal disebut tarkam adalah sebagai berikut: 1. Tidak resmi atau tanpa seizin lembaga olahraga (PSSI, Menpora dsb) 2. Biasanya berlangsung dalam jangka waktu pendek, antara 1-7 Hari. 3. Tidak mempunyai aturan yang baku 4. Bermain di tempat yang tidak sesuai standar 5. Hadiah yang diperebutkan tidak besar 6. Format Sistem gugur atau setengah kompetisi 7. Diikuti klub amatir Para pemain yang mengikuti ajang tarkam ini pun bergerak dinamis. Mereka bisa berpindah-pindah klub di dua turnamen yang berbeda karena memang si pemain tidak diikat atau dikontrak secara profesional. Biasanya, bayaran para pemain tarkam ini adalah per pertandingan atau per satu turnamen. Di dalam sebuah percakapan, anak futsal biasa memakai kata tarkam untuk merujuk kepada sebuah turnamen atau kompetisi yang akan diikutinya dengan contoh: “Sabtu depan kita ada Tarkam nih di Jakarta” “Ikut tarkaman yuk di Depok” atau bisa juga “Itu tim diisi pemain tarkaman semua” Para pemain yang sudah malang melintang di dunia tarkam hampir tiap minggu mengikuti turnamen berbeda. Bahkan bermain tarkam sudah menjadi pekerjaan sampingan bagi para pemain futsal yang masih berstatus mahasiswa untuk menambah uang saku mereka. Untuk tim futsal tarkam, biasanya mereka “membuat” tim tergantung pada ukuran turnamen yang akan diikuti. Jika hanya turnamen kecil, sebuah tim tarkam bisa hanya memakai pemain-pemain biasa yang dirasa cukup untuk mengimbangi lawan. Namun jika level sebuah turnamen tarkam sudah dianggap besar dan menantang, para bos tim futsal ini tidak jarang merogoh kocek lebih untukk mendatangkan pemain berstatus “Profesional”. Itupun jika tidak terbentur aturan turnamen tarkam tersebut yang beberapa diantaranya tidak memperbolehkan pemain berstatus pro untuk berlaga.

Sumber: Bolalob