Digugat Pengamen Rp 1 M, Ini Kata Polda Metro

Judi Bola Online Sbobet Jakarta – Dua orang pengamen Andro Supriyanto dan Nurdin Priyanto, menggugat Polda Metro Jaya dan Kejaksaan Agung untuk membayar ganti rugi sekitar Rp1 miliar atas dugaan kasus salah tangkap terhadap medio Juni 2013 silam. Diketahui, keduanya sempat divonis 7 tahun penjara oleh Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, lantaran dituding melakukan pembunuhan terhadap Dicky Maulana, di bawah jembatan Cipulir, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, 30 Juni 2013 silam. Namun, mereka mengajukan banding dan akhirnya dinyatakan tidak bersalah serta dibebaskan Pengadilan Tinggi DKI Jakarta. Tidak menerima atas apa yang dialami, keduanya kemudian mengajukan permohonan praperadilan dengan nomor perkara 98/Pid.Prap/2016/PN.Jkt.Sel, terkait ganti rugi dugaan salah tangkap. Saat ini, sidang praperadilan itu masih bergulir di PN Jakarta Selatan. Menanggapi gugatan itu, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Awi Setiyono mengatakan, pihaknya siap menghadapi gugatan, dan telah menunjuk kuasa hukum dari Bidang Hukum Polda Metro Jaya untuk menangani permasalahan ini. “Praperadilan kan masih proses. Kita ini sebagai tergugat, kita hadir ke sana (persidangan). Kita tunjuk pengacara dari Bidang Hukum Polda Metro Jaya, kita siapkan. Jadi nanti sidang bersama-sama terkait tuntutannya, kita ikuti prosesnya,” ujar Awi, di Mapolda Metro Jaya, Selasa (2/8). Dikatakan Awi, terkait pemulihan nama baik itu bergantung atas perintah pengadilan atau hakim. “Kita negara hukum, namanya negara hukum, hukum adalah yang tertinggi ya kita junjung. Kalau hakim memerintahkan demikian, ya kita siap. Makanya dari awal kan polisi sudah siap menghadapi,” ungkapnya. Awi menyampaikan, pihak Polda Metro Jaya tetap melakukan evaluasi internal untuk mencari apa yang sebenarnya terjadi. Karena, pada tingkat pengadilan pertama -Pengadilan Negeri- keduanya divonis hukuman 7 tahun penjara. Namun, pada tingkat kedua atau Pengadilan Tinggi dinyatakan tidak bersalah. “Itu nanti direktur melaporkan langsung kepada pimpinan (Kapolda). Tentunya ke depan akan sebagai bahan evaluasi agar tidak terjadi hal yang tak diinginkan,” katanya. Bayu Marhaenjati/YUD BeritaSatu.com

Sumber: BeritaSatu