XI Jinping Gadangkan Cybersecurity Cina

RIMANEWS- Presiden China Xi Jinping telah menempatkan dirinya dalam memimpin sebuah badan baru untuk mengkoordinasikan cybersecurity. Beijing membentuk badan tersebut berdasarkan atas kerentanan terhadap serangan online dan keinginannya untuk mempertahankan kontrol ketat Internet. Laporan di media pemerintah Jumat (28/2) mengatakan keamanan Internet pusat dan kelompok IT terkemuka akan menyusun kebijakan untuk meningkatkan pertahanan negara, serta memperluas dan meningkatkan akses internet. Baca Juga TB Hasanuddin: Pengibaran Bendera RRC di Maluku Tak Perlu Dibesarkan TNI AL Benarkan Penurunan Bendera RRC di Maluku Insiden Penurunan Bendera RRC di Maluku, TNI AL Kumpulkan Informasi Jokowi Sebut 10 Juta Orang RRC di Indonesia Turis bukan Pekerja Duterte Sebut Negara Barat Zalim “Upaya tersebut dilakukan untuk membangun dan menjadikan Cina sebuah negara cyberpower” Xi seperti dikutip Time, menyerukan untuk lebih banyak inovasi dalam industri dan perbaikan akses Internet dan guna mendapatkan kecepatan koneksi. “Pendapat prngguna online harus dibimbing dengan benar, sedangkan internet harus dapat membantu menyebarkan nilai-nilai utama dan memberikan energi positif bagi penggunanya” tegas Xi. Dengan populasi 1,3 miliar, Cina memiliki 618.000.000 pengguna internet, jumlah yang lebih besar dari negara manapun di dunia, meskipun banyak penduduk pedesaan namun akses internbet dapat digunakan. ” Tidak ada keamanan Internet berarti tidak ada keamanan nasional,” kata Xi menambahkan “bahwa tanpa bisa meningkatkan akses internet tidak akan ada modernisasi . “ Tidak ada rincian yang diberikan tentang kelompok pengembang rencanaini, salah satu dari beberapa lembaga koordinasi dipimpin sendiri oleh Xi dan pemimpin top lainnya. Laporan pertemuan petama Kamis (27/2) di mana Xi menyampaikan sambutannya tidak menyebut inisiatif baru yang spesifik . AS menuduh pasukan Cina dan hacker yang berbasis di Cina meluncurkan serangan terhadap sasaran industri dan militer Amerika, dengan sering mencuri rahasia atau kekayaan intelektual. Sementara itu, Cina mengatakan juga pihaknya tengah menghadapi ancaman besar dari hacker, dan militer negara itu diyakini menjadi salah satu target terbesar dari Badan Keamanan Nasional AS dan Cyber ??Command AS . Antara Januari dan Agustus tahun lalu, lebih dari 20.000 situs yang berbasis di Cina di-hack dan lebih dari 8 juta server dibajak oleh program zombie dan Trojan yang dikendalikan dari luar negeri. Data tersebut disampaiokan Kepala Kantor Informasi Kabinet, Cai Mingzhao, dalam konferensi di bulan November. Zombie dan serangan Trojan naik 14 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2012, kata Cai. Ia memperkirakan bahwa perekonomian Cina kehilangan puluhan miliar dolar untuk serangan cyber setiap tahun. (zi/RM/tm) Sponsored Telah Launching Rimanews Android Apps KATA KUNCI : Internasional , AS , Cina , Cyberrattack , Xi Jinping , Internasional , AS , Cina , Cyberrattack , Xi Jinping , Internasional , AS , Cina , Cyberrattack , Xi Jinping

Sumber: RimaNews