Michael Essien Peduli Penyakit Ebola

– Gelandang anyar Persib Bandung Michael Essien memiliki kepedulian yang tinggi terhadap masalah kesehatan di negeri asalnya Ghana, Afrika Barat. Sejak tahun 2014, Michael Essien melakukan penggalangan dana melalui yayasan miliknya The Michael Essien Foundation (MEF), untuk membantu Afrika melawan virus Ebola.
Ebola, atau demam berdarah ebola, adalah virus mematikan yang mewabah di sejumlah daerah di Afrika. Wabah tersebut berawal di Guinea pada Desember 2013, dan organisasi kesehatan dunia WHO mencatat telah terjadi sebanyak lebih dari 4.900 kematian per tahun 2014.
Essien ditimpa kabar tak sedap pada 2014, bahwa ia terkena virus Ebola tersebut. Kabar yang merebak di berbagai media sosial tersebut, kemudian dimanfaatkannya untuk mengaktifkan penggalangan dana untuk membantu Afrika melawan virus Ebola.
Seperti dilansir dari laman www.michaelessiengh.co.uk, penggalangan dana dengan kampanye #UnitedAgstEbola dikelola oleh sang istri Akosua, berserta tim dari Health Africa International (HAI) dan MEF. Mereka juga berkolaborasi dengan Baron Peter Piot, dokter asal Belgia yang pertama kali menemukan virus Ebola pada tahun 1976.
Kampanye #UnitedAgstEbola fokus pada memproduksi sebuah buku berjudul ‘Ebola You’, yang ditujukan untuk siswa berusia 8-15 tahun di Afrika Barat. Daerah tersebut menjadi sasaran untuk kampanye yang dilakukan Essien karena dua alasan.
Pertama karena daerah tersebut merupakan daerah dengan kasus virus Ebola tertinggi sepanjang rentang waktu 2013-2016 terakhir. Selain itu, Essien selalu fokus untuk bisa membantu kampung halamannya, tidak hanya Ghana namun juga daerah di sekitarnya.
Penggalangan dana dilakukan melalui sebuah kegiatan ‘A Night of Hope’ yakni sebuah pertandingan persahabatan yang melibatkan berbagai pesepakbola ternama. Pada Juni 2015 misalnya, ‘A Night of Hope’ melibatkan Rio Ferdinand, hingga aktor Boris Cudjoe.
Adapun ‘A Night of Hope’ tersebut sebenarnya telah dilakukan sejak 2011 lalu sebagai ajang penggalangan dana dengan nama Game of Hope. Namun pada 2015, penggalangan dana tersebut difokuskan untuk kampanye terkait virus Ebola. Disebutkan, Essien menggelar ajang tersebut setiap 2 tahun sekali sejak 2011.
Selain virus Ebola, melalui yayasan penggalangan dananya tersebut, Essien juga menaruh perhatian pada masalah air bersih di Afrika. Ia membangun pompa air dan sumur-sumur di sejumlah daerah.
Untuk menggalang dana dalam kampanye air bersih tersebut, Essien membuat brand kacamata Essien Sunglasses yang bekerjasama dengan tim dari Solve Sunglasses, yang hasil penjualannya digunakan untuk ‘Clean Water Projects’.
Essien resmi bergabung dengan Persib Bandung pada Selasa, 14 Maret 2017, bertepatan dengan hari ulang tahun ‘Maung Bandung’ yang ke-84. Bergabungnya Essien ke Persib mendapat sorotan dari berbagai media dunia.***

spiritquestdojo.org wap sbobet Sumber: Pikiran Rakyat