Misi Suci Bintang Toraja

Dalam pertandingan menghadapi Bank Sulselbar, tim asuhan Timotius takluk dengan skor 0-4. Meski kecewa, hasil ini jadi pijakan awal bagi Bintang Toraja untuk menatap laga selanjutnya.

Sebelum tampil di kompetisi, perjuangan Bintang Toraja tidak main-main. Untuk sampai di Makassar, anak-anak Toraja ini harus menempuh perjalanan lebih dari 10 jam dengan menumpang bus carteran. Meski demikian, anak-anak Toraja tetap gembira menjalani rutinitas ini, sebagai pengalaman baru.

Demi menjaga kebugaran pemain untuk tanding di Minggu, manajemen Bintang Toraja berangkat ke Makassar setiap Sabtu sore. Begitu sampai di kota Angin Mamiri setelah melalui perjalanan darat sejauh 360 kilometer, tim menginap di salah satu rumah sanak saudara seorang pemain. Lelah dalam perjalanan langsung diobati dengan istirahat total di rumah yang tersedia seadanya.

Usai pertandingan pada Minggu, pemain langsung mandi, makan, dan bersiap pulang. Perjalanan lebih dari 10 jam kembali dijalani menuju kampung halaman. Tengah malam, saat warga Toraja lainnya sudah lelap, tim Bintang Toraja baru sampai di markas mereka. Dengan istirahat secukupnya, pagi harinya pemain harus kembali menjalani rutinitasnya, yakni sekolah formal.

Inilah sedikit gambaran tentang perjuangan Bintang Toraja untuk mengarungi kompetisi Liga TopSkor U-14 zona Makassar. Kondisi fisik pemain bisa dibilang tidak ideal untuk pertandingan. Tetapi ini tak ingin kami jadikan alasan. Kami sudah komitmen untuk menjalani rutinitas ini hingga akhir musim, kata Timotius.

Proses latihan pemain Bintang Toraja pun diakui Timo, sapaan akrab sang pelatih, tidak berjalan optimal. Selain ada beberapa pemain yang baru pulang sekolah pada sore hari, ada beberapa pemain yang harus menempuh perjalanan cukup jauh menuju markas tim. Jarak yang jauh ini sedikit banyak mempengaruhi intensitas latihan tim.

Untungnya, orangtua pemain dan masyarakat Toraja mendukung langkah kami ini. Ini jadi tantangan buat kami sebagai pelaku pembinaan usia dini untuk memberikan yang terbaik. Buat kami kalah menang bukan persoalan, yang penting pemain mendapat jam terbang dan pengalaman dalam kompetisi Liga TopSkor, ucap Timo.
Arahkan Perilaku
Timo, sebagai pelatih beranggapan bahwa sepak bola menjadi sarana yang efektif untuk membentuk karakter anak-anak. Selain aspek disiplin, mental, kepemimpinan dan lainnya, kegiatan anak-anak jadi terarah. Dampak pergaulan yang tidak baik di luar sekolah setidaknya bisa diminimalisir. Inilah misi suci mereka selain sepak bola.

Kami tak hanya melatih soal sepak bola. Aspek-aspek lainnya di luar sepak bola kami perhatikan betul. Dasar-dasar sepak bola kami tanamkan, saat bersamaan kami juga ajarkan pelajaran hidup yang positif, ucap Timo.*Abdul Susila

BERITA TERKAIT

spiritquestdojo.org Agen Judi SBOBET EURO 2016, info Taruhan Bola, sbobet casino,Taruhan Bola ,Casino, baccarat atau sicbo Online Terpercaya. Sumber: TopSkor ID