7 Sikap Kemenpora terkait Masalah Penjualan Tiket Semifinal AFF

Metrotvnews.com, Jakarta: Jelang laga semifinal Piala AFF leg pertama antara Indonesia kontra Vietnam Sabtu 3 Desember, ada permasalahan terjadi soal penyediaan tiket. Ya, sejumlah suporter kesulitan mendapatkan tiket pertandingan yang akan dihelat di Stadion Pakansari Cibinong, Bogor, Jawa Barat. Kondisi itu terendus oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). Kementerian yang dipimpin oleh Imam Nahrawi itu kerap mendapatkan keluhan mengenai sistem penjualan tiket. Baca juga Berpotensi Lawan Thailand, Lilipaly: Kami Bisa Mengalahkan Siapa Saja! Final Kelima Indonesia di Piala AFF Sukses ke Final, Ini Resep Sukses Indonesia Menurut Stefano Lilipaly Brandconnect 8 Jajanan Indonesia Terlezat untuk Dicicipi Sebagai informasi, organisasi sepak bola tertinggi Asia Tenggara (AFF) menunjuk Thai Ticket Major (TTM) sebagai rekanan penjualan tiket di semua pertandingan Piala AFF 2016, termasuk untuk laga semifinal Piala AFF 2016 leg pertama Indonesia vs Vietnam. Oleh karenanya, untuk mengantisipasi beredarnya tiket palsu semifinal Piala AFF 2016, TTM menerapkan strategi khusus. Dalam hal ini penjualan tidak dilakukan TTM langsung, tetapi dilakukan secara online lewat Kiostix. Baca : PSSI Pastikan Tiket Offline Sudah Habis Terjual Faktanya, pola penjualan tersebut tidak lancar sepenuhnya sehingga sempat menimbulkan kekecewaan dari banyak pihak, dan di antaranya menimbulkan aksi unjuk rasa di depan pintu gerbang Kemenpora pada tanggal 2 Desember 2016. Terhadap adanya permasalahan tersebut, Kemenpora menyampaikan pernyataan keprihatinan sebagai berikut: 1. Mendesak PSSI untuk memperkecil peluang berkembangnya transaksi penjualan tiket yang sebagian di antaranya jatuh pada tangan calo-calo. Di banyak sektor jasa layanan masyarakat, hal tersebut bisa diatasi, dan demikian halnya yang harus dilakukan oleh PSSI. 2. Mendesak PSSI untuk menindak tegas oknum-oknum PSSI ataupun pihak-pihak tertentu yang diduga memungkinkan bergerak leluasanya sistem percaloan tiket. 3. Mendesak PSSI untuk tidak membiarkan buruknya pola penjualan tiket seperti itu, meskipun harus berkoordinasi dengan pihak lain baik internasional maupun mitra lokal. Baca : Kemenpora Kecewa PSSI Gagal Membendung Praktik Percaloan 4. Mendesak PSSI untuk memastikan bahwa jumlah tiket yang dijual / disediakan adalah sesuai dengan kapasitas stadion tempat akan berlangsungnya pertandingan. 5. Mendesak PSSI untuk meminta pertanggungan-jawab pihak Kiostik yang secara teknis bertanggung-jawab dalam mekanisme penjualan tiket tersebut di Indonesia. 6. Menyadari bahwa sistem penjualannya secara online, PSSI harus mampu memastikan, bahwa kapasitas bandwidth yang tersedia pada saat hari-hari penjualan harus dilipatkan secara memadai dengan tujuan untuk menjamin konektivitas internet berfungsi secara optimal. 7. Mengingat bahwa pertandingan semi-final AFF pada tanggal 3 Desember 2016 merupakan tonggak awal pertandingan internasional pertama sistem home bagi Pengurus PSSI yang baru, maka Pimpinan PSSI dituntut untuk menunjukkan citra positif baik bagi aspek tata kelola pertandingan, keamanan, ticketing, perlindungan bagi tamu dari Vietnam dan AFF dalam konteks reformasi tata kelola sepak bola Indonesia yang lebih baik dan konstruktif. Sebagai tindak lanjut dari sikap ini, Kemenpora telah menyampaikan surat keprihatinan kepada Ketua Umum PSSI No. 1268/D.IV/XII/2016 tertanggal 2 Desember 2016 perihal masalah tersebut. Video: Pengamat: Kepemimpinan Boaz Jadi Kunci Sukses Timnas (ASM)

Sumber: MetroTVNews