Tolak Reklamasi Bali, Jerinx “Superman Is Dead” Diteror

Suara.com – Jerinx drummer band punk Superman Is Dead (SID) menceritakan intimidasi yang dilakukan oknum terhadap para musisi dan teman-teman lainnya yang tergabung dalam Forum Rakyat Bali Tolak Reklamasi (ForBali). Forum itu menolak proyek reklamasi pantai yang akan dilakukan perusahaan swasta di Bali. “Ketika gerakan ini masih kecil, masih puluhan orang kita selalu dihadang orang-orang dari sebuah ormas. Mereka yang badannya kekar-kekar itu tidak ragu untuk main kekerasan,” kata Jerinx ditemui di Rolling Stone Cafe, Jakarta Selatan, Selasa (30/9/2014). Selain menggelar aksi unjuk rasa, penolakan mereka terhadap pembuatan pulau baru di kawasan kawasan Teluk Benoa juga dilakukan dengan cara menggelar konser atau diskusi. Jerinx bilang, pernah suatu waktu didatangi beberapa laki-laki berbadan tegap di tengah acara diskusi. “Mereka datang beramai-ramai dan membawa banyak minuman keras, mereka duduk di depan kita dan minum-minum. Tidak tahu apa tujuannya. Jadi seperti menakut-nakuti,” ujarnya menceritakan. “Dan beberapa kali tempat usaha saya juga didatangi oleh orang-orang tidak jelas. Mereka bertanya-tanya tentang alamat rumah saya,” kata Jerinx lagi. ForBali sengaja dibentuk untuk melawan segala bentuk reklamasi di Bali. Paling anyar, mereka keberatan dengan rencana investor mengurug kawasan Teluk Benoa untuk dijadikan pulau baru. Nantinya, pulau itu akan didirikan hotel dan tempat menginap untuk para wisatawan. Mereka menolak rencana itu lantaran menurut Jerinx, reklamasi hanya menguntungkan segelintir pihak, yakni pengusaha dan menghancurkan masa depan Bali. “Kalau itu diurug, Bali akan kekurangan air bersih. Itu salah satunya,” ungkap Jerinx.

Sumber: Suara.com