Bank Victoria Berencana akan Buka Layanan Laku Pandai di 2017

Suara.com – Bank Victoria telah meluncurkan layanan internet banking dan mobile banking pada Semester I 2016. Bank Victoria juga telah merencanakan akan membuka layanan bank tanpa kantor (branchless banking) atau Layanan Keuangan Tanpa Kantor dalam Rangka Keuangan Inklusif (Laku Pandai) pada tahun 2017. “Peluncuran internet dan mobile banking (semester pertama) yang seiring dengan strategi Bank ke depannya. Sebab perbankan saat ini telah menuju era financial technology melalui pengembangan infrastruktur dan operasional digital banking,” kata Direktur Kredit Bank Victoria Ramon Marlon Runtu, dalam wawancara di Jakarta, Jumat (24/6/2016). Ramon menegaskan pada tahun 2017, Bank Victoria akan mencoba melihat peluang penerapan Laku Pandai secara serius. Sebagai tahap awal, infrastruktur teknologi untuk menunjang penerapan Laku Pandai harus sudah mulai disiapkan sejak sekarang. “Peluncuran internet banking dan mobile banking adalah langkah awal untuk itu,” ujar Ramon. Kredit Macet Bank Victoria di 2015 Semakin Tinggi Ia menyadari, Bank Victoria tak bakal sanggup bersaing secara langsung (head to head) dengan bank-bank besar yang telah membangun jaringan dan infrastruktur yang kuat untuk menjangkau layanan perbankan hingga ke berbagai pelosok Indonesia. “Ada bank besar yang bahkan sudah mempunyai satelit. Makanya kita harus punya strategi sendiri,” jelas Ramon. Laku Pandai sendiri adalah Program Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk penyediaan layanan perbankan atau layanan keuangan lainnya melalui kerja sama dengan pihak lain (agen bank), dan didukung dengan penggunaan sarana teknologi informasi. Latar belakang kemunculan program Laku Pandai adalah m asih banyak anggota masyarakat yang belum mengenal, menggunakan atau mendapatkan layanan perbankan dan layanan keuangan lainnya. A ntara lain, karena bertempat tinggal di lokasi yang jauh dari kantor bank atau adanya biaya atau persyaratan yang memberatkan. Selain itu, juga melancarkan kegiatan ekonomi masyarakat sehingga mendorong pertumbuhan ekonomi dan pemerataan pembangunan antarwilayah di Indonesia, terutama antara desa dan kota. Produk-produk yang disediakan dalam program ini adalah tabungan dengan karakteristik Basic Saving Account (BSA), kredit atau pembiayaan kepada nasabah mikro, dan produk keuangan lainnya seperti Asuransi Mikro.

Sumber: Suara.com